Para Peserta Poker Online

Film keluaran tahun 1965 berjudul the cincinnati kid dibintangi oleh steve mcqueen, menceritakan tentang keberanian seorang pria menantang juara kegemaran bermain poker online indonesia terpercaya yang sedang berkunjung kesuatu kota demi menghadiri sebuah turnamen pribadi. Sang penembak, peserta ahli lainnya menyusun pertandingan antara anak muda dan pria tersebut yang ditengahi olehnya. Selama kompetisi berlangsung, the kid menyadari bahwa sesungguhnya babak tersebut sedang diintervensi oleh slade, musuh lama the man. The kid enggan bermain curang, ia memilih berusaha menyesatkan slade hingga akhirnya kemenangan ada ditangan the man. Pelajaran dari film ini ialah lebih baik menang secara jujur serta adil dibandingkan menang curang untuk kemudian menanggung malu.

 

Beberapa penyelenggara poker online indonesia terpercaya lain pun mempunyai dugaan sama pada bulan januari 2008 setelah aktivitas mencurigakan dilaporkan oleh pemilik akun nionio. Sesudah melakukan beragam investigasi, akhirnya ditemukan kecurangan berlangsung sejak januari 2005 hingga desember 2007. Komisi permainan kahnawake melakukan bermacam-macam penelitian kemudian menetapkan bahwa faktor utama terjadinya banyak kecurangan dibeberapa situs adalah turnamen kartu terbesar tahun 1994. Hamilton mengakui telah menipu jutaan pecinta kartu lainnya. Lalu pada tahun 2013 beredar rekaman dimana hamilton berkata sudah meraup banyak uang dan enggan memperbaikinya. Saat ini, hamilton masih memegang ucapannya dengan tak pernah membayarkan uang kepada orang yang ia tipu dengan demikian dirinya dilumpuhkan dari dunia poker.

Setiap manusia memiliki impian dan cita-citanya sendiri tak terkecuali para peserta poker online indonesia terpercaya yang berkeinginan menjadi pemain profesional hingga pemenang atas hadiah jutaan dolar. Berbagai cara dilakukan mulai dari membaca berbagai artikel demi menambah wawasan hingga mempraktekan strategi permainan terbaru. Sayangnya tidak semua peserta kompetisi bersifat jujur, beberapa malah bertindak curang hanya demi mendapatkan gelar pemenang. Sungguh ironi, pertandingan asah otak ini malah dianggap sebagai ladang uang oleh penipu ulung. Tak mengenal ras, usia, keyakinan hingga jenis kelamin semua orang mempunyai motivasi tersendiri saat melakukan kecurangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *